Manfaat Kesehatan dari Meditasi

Diposting pada

Jika ada satu hal yang umum dalam diri kita semua, itu adalah dorongan yang menyala-nyala untuk bahagia dan puas dalam hidup. Baik bayi yang menangis, remaja yang tidak aman, atau keluarga yang bertanggung jawab, kita semua mencari sesuatu yang akan menghibur kita.

Sumber kebahagiaan yang sebenarnya terletak pada kejernihan pikiran. Faktor eksternal hanya bisa menyenangkan selama kita bahagia dari dalam. Menurut Buddha, meditasi melatih pikiran untuk “Tidak tinggal di masa lalu atau merenungkan masa depan.” Ini memungkinkan pikiran menetap di ‘sekarang’ dan memungkinkan kita untuk melihat keindahan saat ini.

Artikel ini adalah upaya untuk memahami mengapa meditasi bekerja dengan baik dan bagaimana kita dapat memanfaatkan manfaatnya untuk menjadi versi diri yang lebih baik.

Meditasi membangun hubungan yang aman antara dunia internal dan eksternal kita. Itu membangunkan tubuh dan menguntungkan semua aspek dari lapisan pikiran sadar dan bawah sadar. Dari sekian banyak manfaat yang diberikan meditasi, beberapa di antaranya tercantum di bawah ini.

  1. Meditasi meningkatkan empati

Meditasi cinta kasih atau welas asih menyalakan koneksi saraf ke situs otak yang mengatur emosi positif seperti empati dan kebaikan. Kondisi aliran dalam yang disebabkan oleh meditasi membangun keterhubungan sosial dan membuat kita lebih penuh kasih sayang dan bersahabat sebagai pribadi.

  1. Meditasi meningkatkan kognisi

Para peneliti setuju bahwa cara terbaik bagi para profesional untuk meningkatkan kemungkinan sukses adalah dengan menjadikan latihan meditasi sebagai bagian dari rutinitas harian mereka. Penelitian telah mengungkapkan bahwa praktik meditasi yang transenden dan penuh perhatian meningkatkan pemecahan masalah otak dan strategi pengambilan keputusan, yang dapat membawa perubahan yang diinginkan dalam kehidupan profesional kita.

  1. Meditasi sebagai penghilang stress

Stres adalah respons tubuh terhadap kesulitan yang tidak terduga. Menghadapi ancaman langsung meningkatkan tingkat kortisol, atau hormon stres dalam tubuh, dan mengaktifkan sistem Saraf Autonomis, yang bertanggung jawab untuk respons melawan-atau-lari. Studi otak terhadap meditator biasa mengungkapkan bahwa mereka memiliki tingkat kortisol yang lebih rendah di otak mereka, yang menjelaskan ketahanan dan sifat berwawasan mereka.

  1. Meditasi meningkatkan kesehatan dan kecerdasan emosional

Penelitian telah menunjukkan bahwa meditasi meningkatkan citra diri dan harga diri. Ketika kita bermeditasi, kita mendapatkan gambaran yang jelas tentang pikiran kita dan menjadi sadar akan pikiran yang menggerakkan emosi dan tindakan kita saat ini.

Sebuah studi menemukan bahwa meditasi teratur mengurangi kemungkinan mengembangkan depresi dan gangguan terkait suasana hati. Selain beberapa bentuk praktik meditasi yang juga mendorong pemikiran positif, dan dapat meningkatkan kesehatan emosional individu secara keseluruhan.

  1. Biarkan semuanya mengalir

Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana meditasi menyerap Anda ke saat ini? Kesadaran penuh perhatian datang secara alami kepada kita saat kita bermeditasi, dan kita mencapai keadaan ‘mengalir’ di mana pikiran kita selaras dengan dirinya sendiri. Sebuah studi tentang efek dari kursus meditasi kesadaran selama delapan minggu menemukan bahwa orang-orang yang merupakan praktisi meditasi biasa memiliki perhatian dan rentang konsentrasi yang meningkat. Bahkan orang yang bermeditasi dalam waktu yang singkat menunjukkan lebih banyak fokus daripada orang yang tidak bermeditasi sama sekali

Gambar Gravatar
"Writing is self-expression, I hope this article is useful. thank you for reading." - Dewi Lestari -

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *